Tekan Obesitas, Para Peneliti Israel Pelajari Cara Mematikan Rasa Lapar Pada Otak Manusia

Must Read

JAKARTAVIEW.ID, ISRAEL – Para peneliti di Israel sedang mempelajari cara kerja reseptor MC4 untuk memberi jalan pengembangan obat yang bisa menonaktifikan rasa lapar pada otak manusia dengan efek samping yang lebih kecil.

Reseptor di otak bernama melanocortin 4 (MC4), yang berfungsi untuk mengontrol keinginan orang untuk makan, juga dijuluki sebagai “sakelar lapar.”

Malfungsi yang diwariskan secara genetik dengan reseptor tersebut diyakini menjadi penyebab paling umum dari obesitas yang dipicu oleh mutasi gen tunggal, yang berdampak pada sekitar 5 persen dari obesitas masa kanak-kanak awal.

Para peneliti di Weizmann Institute of Science telah melakukan penelitian yang untuk memanipulasi reseptor dengan mudah, dilansir dari Laman Berita Times of Israel, 19 April 2021.

BACA JUGA:

Peneliti mencoba secara langsung dengan mempengaruhi reseptor MC4 dalam upaya untuk menurunkan berat badan, dengan memperlakukan reseptor sebagai sakelar “pengganti”.

Saat “dimatikan”, maka orang bisa menekan rasa lapar mereka.

Penelitian mereka melibatkan pembangunan model 3D rinci dari reseptor dan telah diterbitkan pada hari Kamis dalam jurnal Science dengan peer review.

Mereka mengisolasi sejumlah besar reseptor MC4 murni dari membran sel dan menentukan struktur 3D-nya menggunakan mikroskop elektron kriogenik, teknik pencitraan yang dilakukan pada suhu yang sangat rendah.

“Ini adalah sakelar yang diaktifkan oleh hormon yang dikeluarkan tubuh kita, yang dapat dihidupkan dan dimatikan,” kata Dr. Moran Shalev-Benami dari Weizmann Institute, dikutip dari Times of Israel.

“Kami telah menunjukkan dengan tepat seperti apa bentuknya dan menguraikan semua detail molekulernya,” tuturnya.

Perusahaan farmasi telah berlomba untuk membuat obat yang bisa memanipulasi MC4, tetapi karena mereka melakukannya dengan pengetahuan yang terbatas tentang cara kerja reseptor, obat-obatan tampaknya terikat dengan beberapa reseptor dan mempengaruhi aspek lain dari otak dan tubuh, sehingga menyebabkan efek samping.

Obat pertama yaitu setmelanotide, dijual dengan merek dagang Imcivree, telah disetujui oleh Food and Drug Administration AS pada bulan November untuk manajemen berat badan kronis, tetapi efek samping yang dilaporkan termasuk ereksi penis spontan pada pria dan reaksi seksual yang merugikan pada perempuan, serta depresi dan keinginan bunuh diri. Ada juga kasus mual, diare, dan sakit perut.

Laboratorium Weizmann’s Chemical and Structural Biology Department melakukan penelitian, yang melibatkan pengamatan dampak setmelanotide secara mendetail, dengan para ilmuwan dari Hebrew University of Jerusalem dan Queen Mary University of London.

Studi tersebut dimulai setelah Hadar Israel, seorang mahasiswa kedokteran dari Universitas Ibrani yang mengejar studi PhD tentang mekanisme obesitas, mendengar tentang sebuah keluarga di mana delapan anggotanya, yang semuanya merasa terus-menerus lapar, mengalami obesitas yang parah. Kebanyakan dari mereka memiliki indeks massa tubuh lebih dari 70, yang kira-kira tiga kali lipat dari norma.

Peneliti Israel menemukan bahwa rasa lapar keluarga tersebut disebabkan oleh satu mutasi yang mempengaruhi reseptor MC4.

Pembimbing penelitiannya menghubungi Shalev-Benami, yang memutuskan untuk meluncurkan studi ke dalam struktur reseptor MC4, mengundang peneliti Israel untuk bergabung dengan labnya sebagai ilmuwan tamu.

LAINNYA:

- Advertisement -

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisement -

Latest News

Dishub DKI Buka Peluang Operator Baru Layanan Sepeda Sewa

JAKARTAVIEW.ID, - Dinas Perhubungan DKI Jakarta tengah mengevaluasi penyelenggaraan sepeda sewa atau bike sharing yang diuji coba sejak 2020....
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -