Stasiun Manggarai Dan Sejarahnya

Must Read

Jakartaview.id, Jakarta – Sejarah panjang dari stasiun yang di gadang-gadang akan menjadi stasiun hub dari semua rute kereta, mulai dari kereta lokal alias KRL (Kereta Rel Listrik/Commuter Line) Jabodetabek , Hingga Kereta jarak jauh antar kota dan antar provinsi di pulau jawa, Yang rencananya akan mulai beroperasi pada 2021 ini.

Di kutip dari KAI (Kereta Api Indonesia), Stasiun Manggarai di tetapkan sebagai Bangunan Stasiun Cagar Budaya Berdasarkan dari SK Gubernur no. 475 Th. 1993, 29 Maret 1993.

Stasiun Manggarai merupakan salah satu stasiun kereta api terbesar di Jakarta, Indonesia. Stasiun yang terletak di Manggarai, jakarta Selatan, memiliki jalur hampir sebanyak stasiun Jakarta Kota. Stasiun ini hanya melayani KRL Commuter Line tujuan Jakarta kota, Bogor, Tanah Abang, dan Bekasi.

Stasiun Manggarai sekaligus berfungsi sebagai dipo penyimpanan kereta-kereta besar. Banyak kereta kelas eksekutif dan bisnis parkir di stasiun kereta ini yang selanjutnya akan menuju ke stasiun Gambir atau Stasiun Jakarta Kota dan juga bandara Soekarno-Hatta.

Sejarah Stasiun Manggarai

Wilayah Manggarai di jakarta sudah di kenal warga Batavia sejak dari abab ke-17. Awalnya merupakan tempat tinggal dan pasar budak asal Manggarai, Flores. Dalam kurun waktu selanjutnya, wilayah yang masuk dalam Gementee atau setingkat kotamadya ini berkembang menjadi sebuah kampung.

Meskipun jalur kereta api Jakarta-Bogor sudah dibangun oleh perusahaan Kereta Api swasta Nederlansch-Indische Spoorweg Maatschappij (NISM) sejak 1873. Di kampung Manggarai baru di bangun stasiun kereta api pada 1914 dan di resmikan pada 1 mei 1918. Sebelum Stasiun Manggarai ada, stasiun terdekat adalah Stasiun Boekitdoeri yang terletak sekitar 400 meter dari Stasiun Manggarai.

Sejak 1913 perusahaan kereta api negara Staatsspoor en Tramwegen (SS) menguasai seluruh rel kereta api di Batavia dan Meester Cornelis. SS menata ulang jalur kereta api di dua kotapraja tersebut. Dimana salah satunya adalah dengan membongkar stasiun Boekitdoeri eks-NISM dan membangun Stasiun baru di Manggarai.

Pembangunan di pimpin oleh arsitek belanda bernama Ir.J.Van Gendt. Selain dari Stasiun, Van Gendt juga membangun sekolah pendidikan perkeretaapian dan rumah-rumah dinas untuk para pegawa SS di sekitar Stasiun yang baru.

Stasiun Manggarai Memiliki Sebuah bengkel besar paling lengkap yang di miliki oleh SS untuk merehabilitasi dan merakit ulang kereta, gerbong dan lokomotif uap. Areal Stasiun Manggarai semasa kolonial Belanda meliputih batas Sungai Ciliwung di sebelah timur sampai ke sebelah barat yang sekarang menjadi Jln. Swadaya. Sedangkan batas Selatan sepanjang jalan Van Goens (Manggarai Selatan 1) dan Boekit Doeri West (Bukit Duri Barat) sampai dengan Pagar Stasiun di utara yang sekarang telah menjadi jalan. Dr. Saharjo.

Selain berperan penting dalam operasional dari jalur SS di Batavia, Stasiun Manggarai juga merupakan Stasiun yang bersejarah dalam kemerdekaan Indonesia.

Pada bulan September 1945, Stasiun Manggarai diambilalih oleh puluhan ribu demostran pemuda dan buruh kereta api setelah sebelumnya melakukan aksi long march dari Stasiun Jakarta Kota.

Di Stasiun ini juga di lakukan persiapan Rahasia untuk perjalanan Kereta Luar Biasa (KLB) untuk di lakukannya pemindahan Presiden dan Wakil Presiden Indonesia untuk menuju Yogyakarta.

Sumber :

  • Michiel van Ballegoijen de. Spoorwegstations op java. De Bataafsche Leeuw, 1993
  • Purbohadisaputro. “Mosaik Perjuangan Kereta Api 1945,Pemerintah Hijrah,”
  • Tim Telagabakti Nusantara. Sejarah Perkeretaapian Indonesia Bandung 1997

- Advertisement -

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisement -

Latest News

Dishub DKI Buka Peluang Operator Baru Layanan Sepeda Sewa

JAKARTAVIEW.ID, - Dinas Perhubungan DKI Jakarta tengah mengevaluasi penyelenggaraan sepeda sewa atau bike sharing yang diuji coba sejak 2020....
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -