Presiden Erdogan Menyebutkan Mahasiswa Dengan Kata “Teroris”

Must Read

JAKARTAVIEW.ID, JAKARTA – Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengatakan bahwa pemerintahan yang di pimpinnya tidak akan membiarkan demonstrasi mahasiswa selama sebulan di salah satu universitas Turki tumbuh menjadi protes besar dan anti-pemerintah.

Dikutip dari Aljazeera, Jumat, 5 Februari 2021, Presiden Erdogan juga menyebutkan para pengunjuk rasa dengan kata “teroris” dan mengecam gerakan LGBTQ tidak sesuai dengan nilai-nilai Turki.

Demonstrasi mahasiwa terjadi saat mereka menentang penunjukan Melih Bulu sebagai rektor yang terpilih di Universitas Bogazici yang dipilih langsung oleh Erdogan.

Baca Juga: Kasian, OPM Kena Rampok, Uang Rp 177,8 Juta Raib

Para Mahasiswa pengunjuk rasa mengatakan proses pemilihan rektor itu tidak demokratis dan ingin dia mengundurkan diri.

Akibat dari demonstrasi yang terjadi, lebih dari 250 orang ditahan di Istanbul dan 69 lainnya ditahan di Ankara.

Kerusuhan itu menandai beberapa demonstrasi terbesar sejak tahun 2013, ketika itu ratusan ribu orang berbaris menetang rencana pemerintah Turki untuk membangun replika barak Ottoman di Taman Gezi Istanbul.

“Negara ini tidak akan dijalankan oleh teroris. Kami akan melakukan apapun yang diperlukan untuk mencegah ini terjadi,” ungkap Erdogan kepada para anggota Partai AK.

Dia juga mengatakan bahwa pengunjuk rasa muda itu tidak memiliki “nilai-nilai nasional dan spiritual” dan merupakan anggota-anggota “Teroris”.

- Advertisement -

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisement -

Latest News

Dishub DKI Buka Peluang Operator Baru Layanan Sepeda Sewa

JAKARTAVIEW.ID, - Dinas Perhubungan DKI Jakarta tengah mengevaluasi penyelenggaraan sepeda sewa atau bike sharing yang diuji coba sejak 2020....
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -