Ngeri, Modus Kenalan Lewat Medsos, Lalu Membunuh Layaknya Film ‘Serial Killer’.

Must Read

JAKARTAVIEW.ID, JAKARTA Dua kasus pembunuhan yang terjadi di Kota Bogor dan Kabupaten Bogor, Jawa Barat, dalam waktu yang berdekatan.

Kasus pembunuhan itu terungkap akibat dari ditemukannya mayat perempuan berinisial DS (18) dan EL (23) di dua lokasi yang berbeda.

Jasad dari korban DS ditemukan di depan toko bangunan di Jalan Raya Cilebut, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor, pada tanggal 25 Februari 2021.

Baca Juga:

Korban DS ditemukan dengan kondisi kedua kakinya terikat dan dimasukkan ke dalam kantong plastik sampah berukuran besar berwarna hitam.

Sementara, jasad korban EL ditemukan di area kebun kosong di Gunung Geulis Bogor, Kampung Cidadap, Desa Pasir Angin, Kecamatan Megamendung, pada hari Rabu (10/3) pagi.

Setelah diselidiki ternyata Kedua korban dibunuh oleh orang yang sama, yakni tersangka dengna inisial MRI (21).

MRI ditangkap di wilayah Depok, Jawa Barat, pada Rabu malam.

Kepala Polresta Bogor Kota Kombes Susatyo Purnomo Condro menyatakan bahwa kejahatan yang dilakukan oleh MRI sebagai kasus pembunuhan berantai.

“Ini termasuk dalam kaitan serial killer atau pembunuh berantai, tidak hanya sekitar dua minggu melakukannya, tapi tersangka kembali melakukannya dan ada kecenderungan untuk menikmati dengan meninggalnya dua korban tersebut,” kata Susatyo dilansir dari kompas.com, Kamis (11/3). Oleh karena itu, Kepolisian Resor Bogor Kota akan memeriksa kejiwaan dari MRI. “Kejiwaan pelaku akan diperiksa karena ia melakukan perbuatan itu secara sadar. Dan Pelaku menikmati pembunuhan yang ia lakukan.

Pelaku berperilaku layaknya film ‘Serial Killer’ atau pembunuhan berantai,” kata Susatyo. Pelaku dijerat dengan pasal berlapis, mulai dari Undang-Undang Perlindungan Anak, Pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana, dan Pasal 338 tentang pembunuhan dengan ancaman hukuman mati.

Modus kencani korban untuk rampok barang Kombes Susatyo mengungkapkan, jarak antara pembunuhan pertama dan kedua dilakukan MRI dalam rentang waktu dua minggu saja.

Pelaku, ungkap Susatyo, berkenalan dengan korban-korbannya melalui jejaring media sosial. Modusnya adalah dengan mengencani lalu menguasai harta milik korban.

“Ia pelaku tunggal, membunuh dan membuang jasad korbannya seorang diri,” ungkap Susatyo.

“Modusnya sama, tersangka ini berjanjian kenalan lewat medsos, kemudian ketemu dibawa dengan iming-iming uang ke penginapan, lalu setelah berkencan, korban dihabisi dengan dicekik kemudian barang-barangnya diambil,” ujar dia.

Dilansir dari Detik.com, Kapolres Bogor AKBP Harun menyampaikan hal yang sama. Harun mengungkapkan, pembunuhan EL bermula saat tersangka MRI berkenalan lewat media sosial dengan korban EL.

Modus yang digunakan, adalah tersangka mengiming-imingi korban dengan uang dan cara jalan bareng atau kencan ke Puncak Bogor. EL lalu dibunuh di sebuah penginapan saat sedang kencan di Puncak Bogor.

“Motifnya mengambil barang milik korban dengan berkencan terlebih dahulu. Intinya kasus ini sama dengan di Kota Bogor (mayat perempuan dalam plastik),” kata Harun.

Korban tewas dicekik dan dimasukkan ke dalam kantong plastik. Kombes Susatyo menjelaskan bahwa, Korban DS ditemukan dengan kondisi kedua kaki terikat dan dimasukkan ke dalam kantong plastik sampah berukuran besar berwarna hitam.

Dari hasil otopsi yang didapat, diketahui bahwa ada luka benda tumpul di bagian leher korban.

Polisi menduga bahwa korban DS tewas dibunuh dengan cara dicekik. “Diduga korban pembunuhan karena meninggal tidak wajar dalam kondisi badan terikat.

Penyebab kematian korban ada tekanan benda tumpul pada leher (cekikan),” kata Susatyo, pada hari Jumat (26/2). Korban EL juga mengalami luka di bagian leher.

Polisi menyebutkan bahwa EL dibunuh setelah ia berkencan di salah satu penginapan di Puncak Bogor.

EL dicekik di dalam penginapan tersebut. Setelah korban dipastikan tewas, jasad EL lalu dibungkus menggunakan plastik hitam dan dimasukkan ke dalam tas ransel gunung ukuran besar.

MRI kemudian mengendarai motor sambil menggendong tas tersebut ke lokasi pembuangan mayat EL. “Setibanya di TKP tersebut, MRI lalu mengeluarkan korban dari tas ransel dan langsung membuangnya begitu saja di kebun kosong itu.

Setelah itu MRI kemudian mengambil barang-barang EL,” ucap AKBP Harun.

Lainnya:


- Advertisement -

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisement -

Latest News

Dishub DKI Buka Peluang Operator Baru Layanan Sepeda Sewa

JAKARTAVIEW.ID, - Dinas Perhubungan DKI Jakarta tengah mengevaluasi penyelenggaraan sepeda sewa atau bike sharing yang diuji coba sejak 2020....
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -