Ngaku Utusan Dewa dan Orang Suci, Bos di Ancol Lakukan Pelecehan Seksual Kepada Karyawatinya

Must Read

JAKARTAVIEW.ID, JAKARTA – Polres Metro Jakarta Utara melalui Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) baru-baru ini mengamankan pelaku pelecehan seksual yang dilakukan oleh seorang bos perusahaan di kawasan Ancol, Pademangan, Jakarta Utara.

Polisi menangkap tersangka yang berinisial JH (42) yang merupakan adik dari pemilik perusahaan itu yang sehari-harinya bertanggung jawab pada berlangsungnya operasional dari perusahaan.

Penangkapan itu terjadi setelah polisi mendapatkan laporan dari dua mantan karyawatinya, DF (25) dan EFS (23).

Ada sejumlah fakta terbaru di balik kasus pelecehan seksual tersebut. Berikut rangkumannya.

Baca Juga:

Korban bertambah menjadi 4 orang

Dilansir dari Kompas.com, Wakapolres Metro Jakarta Utara AKBP Nasriadi mengatakan bahwa, ada dua orang karyawati lain diketahui menjadi korban pelecehan oleh JH.

Mereka berinisial AA dan BB, seperti dua korban sebelumnya, bekerja sebagai sekretaris atasan mereka.

Akan tetapi, diungkapkan Nasriadi, dua korban lainnya enggan melaporkan kasus tersebut. Bahkan, mereka juga tidak mau menjadi saksi dalam kasus tersebut.

“Saat ini keduanya tidak mau melaporkan dan dijadikan saksi,” kata Nasriadi di Mapolres Metro Jakarta Utara, dilansir dari Tribun Jakarta, pada hari  Rabu (3/3).

Menurut Nasriadi, kedua korban yang belakangan terungkap enggan berurusan dengan kasus itu lantaran telah memiliki kehidupan pribadi. Salah satu korban terkini juga telah menetap di Bali.

Kendati demikian, pihak kepolisian telah mendapat pengakuan dari JH bahwa ia juga melecehkan AA dan BB saat berlansungnya jam kerja.

“Pelaku mengakui bahwa AA sempat ditelanjangi,” kata Nasriadi.

Mengaku utusan dewa dan orang suci

Sebelumnya, Nasriadi membeberkan modus pelaku adalah mengaku dapat meramal.

“Modus operandi yang dilakukan tersangka terhadap korban ini dengan mengaku sebagai peramal atau orang pintar yang bisa meramal nasib orang dan rejeki dari seseorang,” ungkap Nasriadi.

Saat meramal, lanjut Nasriadi, JH juga memaksa untuk menyentuh bagian tubuh korban.

“Korban dibujuk rayu dengan akan meramal dan sebagainya tetapi ada unsur pemaksaan dengan cara menyentuh bagian vital atau organ sensitif di tubuh korban dan ini dilakukan sering, artinya sudah banyak sekali,” paparnya.

Kini, menurut pengakuan korban EFS, JH menyatakan bahwa dirinya sebagai wakil dewa dan orang suci.

“Kalau orang bilang, dia itu mengaku orang yang suci. Dia bilang ingin menyucikan saya dan teman saya begitu. Dia ini suruhan dewa,” ucap EFS.

Nasriadi menambahkan, pelaku mengajak para korbannya untuk mandi bersama sehingga ia bisa menyucikan mereka.

Namun, korban masih mampu menolak permintaan mesum sang mantan bos.

“Dan mereka diajak mandi bareng artinya untuk membuka aura atau untuk membuka hal-hal positif di tubuhnya, kemudian ditolak oleh kedua korban,” kata Nasriadi.

Aksi eksibisionis di ruang terkunci

Sementara itu, pelaku JH mengakui semua perbuatannya tersebut. Ayah 4 orang anak itu melakukannya dalam keadaan mabuk.

“Itu pada saat itu posisi saya lagi setengah mabuk. Proses ritual sembahyang, saya mabuk,” ucap JH.

Saat beraksi, menurut tersangka, awalnya ia hanya ingin memijat korban.

“Awalnya hanya untuk mijat, lalu dilanjutkan dengan ada perbuatan tidak senonoh,” ucap JH.

Dalam pengaruh minuman keras itu, JH membuka celana dan menunjukkan alat vitalnya kepada para korbannya.

Pelaku menegaskan jika, ia tidak sampai memperkosa korban-korbannya. Perbuatan tidak senonoh itu JH lakukan ketika kantor, terutama ruang pengetikan komputer, tengah sepi.

“Di kantor ada ruang pengetikan komputer, memang tidak ada orang. Hanya dalam waktu yang singkat itu,” sambung JH.

Di sisi lain, EFS yang mengaku dilecehkan JH di ruang rapat yang sepi.

“Iya di kantor saat meeting di ruangan meeting, saat ruangan itu sepi. Karena pintunya itu pake kayak akses gitu jadi hanya bisa dibuka dari dalam, orang dari luar enggak bisa masuk,” EFS menjelaskan.

Polisi pun menahan JH dengan sejumlah barang bukti, termasuk rekaman video pelecehan yang ia lakukan kepada korbannya DF.

Video itu didapat karena DF diam-diam merekam ketika bosnya hendak melecehkannya.

“Karena kejadiannya sudah sering. Pada saat itu saya sendiri dan yang lain enggak ada, saya sudah benar-benar takut,” ujar DF.

“Jadi saya coba untuk merekam, saya taruh handphone saya di laptop. Saya nyalakan video terus awalnya dia datang dan memaksa saya, otomatis takut ya takut dia melihat handphone saya,” terangnya.

Diungkapkan DF, ia merasa takut lantaran JH kerap membawa keris saat ingin melakukan aksinya.

“Kalau mengancam, dia tidak mengancam tapi dia sering membawa keris di belakang sakunya,” bebernya.

Kini, JH dijerat Pasal 289 KUHP tentang perbuatan cabul. Ia terancam kurungan penjara selama 9 tahun.

Lainnya:

- Advertisement -

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisement -

Latest News

Stasiun KRL Terintegrasi Dengan LRT Jabodebek, Jumlah Penumpang Ikut Melonjak

JAKARTAVIEW.ID, - PT Kereta Commuter Indonesia atau KAI Commuter mencatat kenaikan jumlah penumpang pada 2 stasiun yang terintegrasi dengan...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -