Korea Utara Menembakan 2 Rudal Jarak Pendek

Must Read

JAKARTAVIEW.ID, JAKARTA – Seorang pejabat di Amerika Serikat (AS) mengkonfirmasi bahwa Korea Utara (Korut) telah menembakkan dua rudal jarak pendek pada Sabtu dan Minggu lalu.

Penembakan kedua rudal tersebut sebelumnya tidak dilaporkan oleh Korea Utara.

Melansir dari The Washington Post pertama kali melaporkan bahwa Korut telah meluncuran rudal.

Yang anehnya, baik Korut maupun Korea Selatan (Korsel) tidak mengakui akan peluncuran kedua rudal tersebut seperti yang rutin dilakukan oleh kedua negara tersebut.

Baca Juga:

Korea Utara biasanya mengungkapkan peluncuran untuk mempromosikan kemajuan dari teknologinya, sementara Korsel secepatnya memberikan informasi terbaru untuk menyoroti sifat provokatif tetangganya.

Uji coba rudal akhir pekan lalu itu adalah yang pertama terjadi selama pemerintahan yang dipimpin oleh Presiden Joe Biden, yang telah mengakui mencoba mendekati rezim Kim Jong-un seperti dilansir dari ABC News, pada hari Rabu (24/3).

“Kami belum mendengar langsung dari mereka melalui saluran diplomatik,” ujar penasihat keamanan nasional, Jake Sullivan, kepada wartawan awal pekan ini.

“Kami mengulurkan tangan karena kami percaya bahwa diplomasi harus menjadi bagian dari proses untuk melakukan denuklirisasi Korea Utara dan kami tetap berniat untuk mencapai tujuan itu,” ujarnya.

Korut baru-baru ini mengeluh di depan umum tentang babak baru latihan militer yang dilakukan oleh Amerika dan Korsel yang bertempat di Korea Selatan.

Melalui media pemerintah dari Korea Utara, saudara perempuan dari Kim Jong-un yang berpengaruh secara politik Kim Yo-jong memberi memperingatkan kepada pemerintahan Joe Biden, bahwa jika mereka ingin tidur dalam damai selama empat tahun ke depan sebaiknya menahan diri untuk tidak menimbulkan bau pada langkah pertama.

Menjelang kunjungan dari Menteri Pertahanan AS Lloyd Austin ke Korsel minggu lalu, para pejabat AS telah menyatakan akan keprihatinannya bahwa Korut mungkin telah bersiap untuk menembakkan rudal sebagai respons atas kunjungannya.

Namun, peluncuran dua rudal pada akhir pekan ini terjadi beberapa hari setelah Austin meninggalkan Korea Selatan.

Sejak perjanjian jabat tangan pada tahun 2018 lalu, yang dicapai oleh mantan Presiden Donald Trump dengan Kim Jong-un, Korut belum melakukan uji coba rudal jarak jauh.

Ketika Korea Utara melanjutkan pengujian rudal balistik jarak pendek setelah perjanjian itu, pemerintahan dari Donald Trump mengatakan bahwa mereka tidak melanggar semangat perjanjian tersebut.

Namun, diyakini bahwa pada saat itu Korut telah berkembang dengan teknologi rudal balistik antar benua (ICBM), meluncurkan ICBM baru yang dipamerkan dalam sebuah parade militer Oktober lalu.

“Rezim Kim Jong-un telah mencapai kesuksesan yang mengkhawatirkan dalam upayanya untuk menunjukkan kemampuan untuk mengancam tanah air AS dengan ICBM bersenjata nuklir, percaya bahwa senjata semacam itu diperlukan untuk menghalangi aksi militer AS dan memastikan kelangsungan rezimnya,” ujar Jenderal Glen VanHerck, komandan Komando Utara AS, kepada Kongres AS pekan lalu dalam kesaksian tertulis.

VanHerck menggambarkan bahwa ICBM baru Korut semakin meningkatkan risiko yang ditimbulkan kepada Amerika Serikat.

“Rezim Korea Utara juga telah mengindikasikan bahwa mereka tidak lagi terikat oleh moratorium pengujian nuklir dan ICBM sepihak yang diumumkan pada tahun 2018, menunjukkan bahwa Kim dapat memulai pengujian penerbangan dengan desain ICBM yang lebih baik dalam waktu dekat,” kata VanHerck.

Lainnya:

- Advertisement -

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisement -

Latest News

Stasiun KRL Terintegrasi Dengan LRT Jabodebek, Jumlah Penumpang Ikut Melonjak

JAKARTAVIEW.ID, - PT Kereta Commuter Indonesia atau KAI Commuter mencatat kenaikan jumlah penumpang pada 2 stasiun yang terintegrasi dengan...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -