Klaim Sumber Minyak di Laut China Selatan, Filipina Siap Kirim Kapal Perang

Must Read

JAKARTAVIEW.ID, FILIPINA – Presiden Filipina Rodrigo Duterte mengatakan bahwa dia siap untuk mengirim kapal perangnya ke Laut China Selatan. Tujuannya adalah untuk mengajukan klaim atas sumber daya minyak dan mineral di bagian jalur perairan strategis yang disengketakan.

Duterte selama ini dikritik di dalam negeri karena bersikap lunak dengan menolak untuk mendorong Beijing mematuhi putusan arbitrase internasional.

Namun, dia sekarang mengatakan ingin meyakinkan seluruh rakyatnya bahwa dia akan menegaskan klaim laut Filipina atas sumber daya seperti minyak dan mineral di Laut China Selatan.

BACA JUGA:

“Saya tidak begitu tertarik sekarang pada memancing. Saya tidak berpikir ada cukup ikan untuk diperdebatkan. Tapi ketika kita mulai menambang, ketika kita mulai mendapatkan apa pun yang ada di perut Laut China, minyak kita, pada saat itu saya akan mengirim kapal abu-abu saya ke sana untuk mengajukan klaim,” kata Duterte dalam pidato publik Senin malam seperti dikutip dari laman berita Reuters, pada hari Selasa (20/4).

“Jika mereka mulai mengebor minyak di sana, saya akan beri tahu China, apakah itu bagian dari kesepakatan kita? Jika itu bukan bagian dari kesepakatan kita, saya juga akan mengebor minyak di sana,” ujarnya meski menegaskan ingin tetap berteman dengan Beijing.

Duterte telah berusaha membangun aliansi dengan China karena dijanjikan pinjaman dan investasi miliaran dollar, yang sebagian besar belum terwujud. Sikapnya itu membuat frustrasi kaum nasionalis di Filipina.

Dia telah berulang kali mengatakan bahwa Filipina tidak berdaya untuk menghentikan China, dan bahwa menantang aktivitasnya dapat menimbulkan risiko terjadinya perang.

Pemimpin Filipina itu mengatakan bahwa tidak ada cara bagi Filipina untuk menegakkan “tanpa pertumpahan darah” keputusan arbitrase tahun 2016 yang mengklarifikasi hak kedaulatan Filipina di zona ekonomi eksklusif (ZEE)-nya.

Kedutaan Besar China di Manila tidak segera menanggapi permintaan komentar terkait pidato Duterte.

Filipina telah mengajukan beberapa protes diplomatik terhadap tindakan China di Laut China Selatan, dengan yang terbaru menuduh tetangga raksasanya itu melakukan penangkapan ikan ilegal dan mengerahkan lebih dari 240 perahu di dalam perairan teritorialnya.

LAINNYA:

- Advertisement -

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisement -

Latest News

Dishub DKI Buka Peluang Operator Baru Layanan Sepeda Sewa

JAKARTAVIEW.ID, - Dinas Perhubungan DKI Jakarta tengah mengevaluasi penyelenggaraan sepeda sewa atau bike sharing yang diuji coba sejak 2020....
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -