Kesal Dibilang Pembunuh, Putin Tantang Biden Debat Online Yang Akan Disiarkan Langsung

Must Read

JAKARTAVIEW.ID, JAKARTA – Presiden Rusia Vladimir Putin pada hari Kamis (18/3) mengatakan bahwa dia menantang Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden untuk melakukan debat online secara terbuka dalam beberapa hari mendatang.

Tantangan tersebut disampaikan oleh Putin setelah Presiden AS Joe Biden mengatakan bahwa menurutnya presiden Rusia itu adalah pembunuh, membawa hubungan diplomatik Moskow dan Washington ke titik yang terendah.

Berbicara di televisi, Putin mengutip nyanyian anak-anak Rusia untuk menanggapi tuduhan Biden terhadap dirinya, mengatakan bahwa “dia yang mengatakannya, melakukannya.”

Baca Juga:

Dilansir dalam wawancara dari ABC News yang disiarkan pada hari Rabu (17/3) Biden mengatakan bahwa “Saya yakin” ketika ditanya apakah dia yakin Putin adalah seorang pembunuh.

Komentar Biden itu mendorong Rusia untuk memanggil kembali duta besarnya dari Washington untuk melakukan konsultasi.

Dalam wawancara tersebut Biden juga menggambarkan Putin itu tidak memiliki jiwa, dan mengatakan dia akan membayar harga atas dugaan campur tangan Rusia dalam pemilihan presiden Amerika Serikan pada bulan November 2020, sesuatu yang setelah itu dibantah oleh Kremlin.

Biden dengan cepat memperpanjang pakta senjata nuklir dengan Rusia setelah dia menjabat.

Tetapi pemerintahannya mengatakan bahwa akan mengambil jalur yang lebih keras kepada Moskow daripada yang dilakukan oleh Washington selama masa jabatan dari Presiden AS Donald Trump, dan hanya terlibat jika ada manfaat nyata bagi Amerika Serikat.

Putin mengatakan dia terakhir kali berbicara dengan Biden melalui telepon atas permintaan presiden AS dan bahwa dia sekarang mengusulkan agar mereka melakukan percakapan lain, pada Jumat (19/3) atau Senin (22/3), yang akan diadakan melalui tautan video dan disiarkan langsung.

“Saya ingin menawarkan kepada Presiden Biden bahwa kami melanjutkan diskusi kami, tetapi dengan syarat kami melakukannya secara langsung, online, tanpa penundaan,” kata Putin, ketika ditanya dalam wawancara televisi tentang komentar Biden.

Kedua pemimpin terakhir berbicara melalui telepon pada tanggal 26 Januari beberapa hari setelah Joe Biden menjabat.

Juru bicara Gedung Putih Jen Psaki pada Kamis mengatakan Biden tidak menyesal menyebut Putin sebagai pembunuh dan menepis pertanyaan tentang permintaan Putin untuk segera dihubungi di depan umum.

“Saya akan mengatakan presiden sudah melakukan percakapan dengan Presiden Putin, meskipun ada lebih banyak pemimpin dunia yang belum dia temui,” kata Psaki.

Lainnya:

- Advertisement -

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisement -

Latest News

MRT Jakarta Dorong Kenaikan Jumlah Penumpang Setelah Pandemi

JAKARTAVIEW.ID, - PT MRT Jakarta (Perseroda) menggencarkan sejumlah strategi untuk mendorong kenaikan jumlah penumpang yang turun banyak selama pandemi...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -