Kebiasaan Tidur Bisa Mengetahui Potensi Serangan Jantung

Must Read

JAKARTAVIEW.ID, JAKARTA – Serangan jantung adalah kondisi darurat medis yang membutuhkan tindakan yang cepat guna mengurangi terjadinya risiko yang fatal.

Pada umumnya, serangan jantung dikaitkan dengan gaya hidup dari seseorang yang tidak sehat.

Namun ada faktor lain yang juga harus diperhatikan, seperti kebiasaan cara mendengkur saat tidur dan gangguan tidur atau biasa disebut dengan sleep apnea.

Seperti yang diketahui, tidur adalah aktivitas yang penting bagi setiap individu untuk menjaga kesehatan jantung.

Dikutip dari Kompas.com, Orang yang kualitas tidurnya kurang berisiko lebih tinggi terkena penyakit kardiovaskular dan penyakit jantung koroner, tanpa memandang usia, berat badan, kebiasaan merokok atau olahraga, menurut ahli.

Baca Juga:

Para peneliti memahami, waktu tidur yang terlalu sedikit menyebabkan gangguan pada kondisi bawaan dan proses biologis dari seseorang, seperti metabolisme glukosa, tekanan darah, dan peradangan.

Menurut Sleep Foundation, pasien yang mengalami gejala sleep apnea atau gangguan tidur yang membuat mereka terbangun di malam hari seringkali membahayakan kesehatan jantung mereka.

Sementara itu, peneliti di Henry Ford Hospital di Detroit, Amerika Serikat mengungkap fakta lain perihal seseorang yang biasa mendengkur saat tidur.

Mereka menyebutkan, orang yang tidur mendengkur menandakan jika ia berisiko lebih besar mengalami penebalan atau kelainan pada arteri karotis dibandingkan dengan orang yang kelebihan pada berat badanya, merokok, atau memiliki kolesterol.

Arteri karotis sendiri adalah sepasang pembuluh darah yang terletak di bagian dalam leher yang mengantarkan darah ke bagian otak dan kepala.

Jika terdapat kelainan pada arteri karotis, maka dua pembuluh darah besar yang memasok darah ke otak akan mengalami penebalan.

Di dunia medis, kondisi itu disebut prekursor aterosklerosis, pengerasan arteri yang menjadi penyebab utama serangan jantung.

Studi tersebut menemukan perubahan pada arteri karotis dengan mendengkur, yang kemungkinan disebabkan oleh trauma. Sementara peradangan timbul akibat getaran yang dihasilkan dari mendengkur.

Obstructive sleep apnea (OSA) atau gangguan tidur yang terjadi karena perubahan saluran napas di tenggorokan selama tidur akan menyebabkan dengkuran keras dan jeda pernapasan secara berkala.

Gangguan tidur ini sudah lama dikaitkan dengan penyakit kardiovaskular, bersama sejumlah penyakit serius lainnya.

Napas yang terengah-engah, hingga kesulitan bernapas saat tidur merupakan salah satu pertanda kondisi sleep apnea.

Kesulitan bernapas saat tidur akan menambah tekanan pada jantung, dan meningkatkan risiko dari serangan jantung.

Memang, mendengkur adalah hal yang lumrah terjadi ketika kita masuk fase tidur. Namun dengkuran yang keras dan terdengar seperti terengah-engah atau tersedak bisa menjadi pertanda sleep apnea.

Meredakan dengkuran

Menurut National Health Services (NHS) di Inggris, orang yang kelebihan berat badan bisa meredakan dengkuran dengan cara menurunkan berat badan mereka.

Menurunkan berat badan juga membawa manfaat langsung bagi kesehatan jantung, karena kelebihan berat badan memaksa jantung bekerja lebih keras untuk memompa darah ke seluruh bagian tubuh kita.

Jika jantung bekerja lebih keras, pada akhirnya kondisi itu dapat meningkatkan risiko tekanan darah.

NHS juga merekomendasikan tips untuk meredakan dengkuran.

Rekomendasi itu antara lain mencoba tidur dalam posisi miring.

Cara untuk tidur miring bermacam-macam, mulai dengan menempelkan bola tenis ke bagian belakang pakaian tidur kita, menggunakan bantal khusus, atau tempat tidur khusus yang dapat membantu kita tidur dengan posisi miring.

Bisa juga meminta pasangan untuk menggunakan penutup telinga jika dengkuran kita saat tidur dirasa mengganggu pasangan.

Selain itu, kita juga diharuskan untuk menghindari kebiasaan gaya hidup tidak sehat seperti merokok dan minum terlalu banyak alkohol untuk meredakan dengkuran, menurut NHS.

Merokok dan juga mengonsumsi minuman beralkohol secara berlebihan dapat meningkatkan risiko komplikasi kardiovaskular.

Mengubah pola makan

Pilihlah makanan yang rendah lemak jenuh, lemak trans, dan natrium.

Sebagai bagian dari diet sehat, coba tambahkan menu buah dan sayuran, biji-bijian kaya serat, ikan yang berminyak, kacang-kacangan, polong-polongan dan biji-bijian.

Cobalah mengonsumsi semua makanan itu tanpa tambahan daging, dan mengonsumsi produk susu rendah lemak dan unggas.

Jika kita merasa khawatir dengan dengkuran yang keras saat tertidur, coba lakukan konsultasi dengan dokter untuk mencari tahu apa penyebab, risiko, dan pengobatan terbaik bagi kita.

Baca Juga:

- Advertisement -

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisement -

Latest News

Dishub DKI Buka Peluang Operator Baru Layanan Sepeda Sewa

JAKARTAVIEW.ID, - Dinas Perhubungan DKI Jakarta tengah mengevaluasi penyelenggaraan sepeda sewa atau bike sharing yang diuji coba sejak 2020....
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -