JAKARTAVIEW.ID, JAKARTA – Sejumlah kapal perang dari Amerika Serikat yang berlayar di lepas pantai selatan California dilaporkan bertemu dengan kawanan drone misterius pada tahun 2019.
Angkatan Laut AS telah menyelidiki terkait dengan insiden tak biasa tersebut namun berujung kepada penjelasan yang jauh dari memuaskan.
Pada malam 14 Juli 2019, kapal perang destroyer USS Kidd, USS Rafael Peralta, dan USS John Finn sedang berlayar sekitar 100 mil dari pantai Los Angeles ketika kru kapal dilaporkan melihat benda terbang yang aneh.
Catatan kapal menyebut USS Kidd berpapasan dengan dua unmanned aerial vehicle (UAV) dan menyerukan kepada tim Ship Nautical Or Otherwise Photographic Interpretation and Exploitation (SNOOPIE) untuk menyelidikinya.
BACA JUGA:
- Stasiun KRL Terintegrasi Dengan LRT Jabodebek, Jumlah Penumpang Ikut Melonjak
- Tol Ruas Pondok Aren – Serpong Kilometer 10 Resmi Beroperasi
- Mulai Tanggal 1 Oktober, Tarif Promo LRT Jabodebek Jarak Maksimal Rp 20.000
- Gara-Gara Tidak Pakai Ciput Belasan Rambut Siswi SMP di Lamongan Dicukur Pitak Guru
- Mengintip JPM Dukuh Atas yang Menghubungkan LRT Jabodebek dan KRL ada Tempat Kuliner nya Juga
Tim ini terdiri dari para pelaut yang dilengkapi dengan kamera yang mengambil gambar obyek yang dicurigai dan mungkin mengancam kapal.
Menurut catatan dari kapal USS Kidd pula, Peralta dan Finn melaporkan yang sama kepada tim SNOOPIE masing-masing. Krun Finn secara eksplisit mengumumkan melihat dua UAV.
Sedang Kidd melihatnya berupa cahaya merah dan mengamati cahaya yang lain, putih, di atas dek tempat parkir helikopter.
Pada malam keesokan harinya, USS Peralta dan kapal destroyer dari kelas yang sama, USS Russell, dilaporkan melihat UAV lagi.
Tapi, dua kapal perang klass destroyer lainnya, USS Pinckney dan USS Paul Hamilton, yang juga sedang berada di kawasan perairan yang sama, menyatakan tak melihat benda terbang yang sama tersebut.
Adapun USS Kidd merekam catatan penglihatan yang lebih banyak tentang drone-drone misterius itu pada 25 dan 30 Juli.
Meski ramai disaksikan oleh para kru dari banyak kapal, sumber drone-drone itu tetap tak diketahui hingga saat ini.
Benda-benda terbang tersebut tidak dapat dikenali sebagai model drone buatan sipil.
Pada hari laporan tersebut dibuat, sebuah kapal wisata Carnival Imagination memang diketahui menerbangkan sebuah drone, tapi telah memberi konfirmasinya kalau modelnya berbeda dan waktu terbangnya pun tak sesuai saat itu.
Carnival menegaskan bahwa drone yang dilihat oleh para kru kapal perang bukan milik mereka.
Yang lebih membuatnya terlihat misterius, penampakan benda terbang yang dilaporkan tersebut terjadi tak jauh dari lokasi pilot jet tempur dari kapal induk USS Nimitz pernah melaporkan bertemu dengan UFO pada tahun 2004.
Kru kapal perang yang melihatnya pada 2019 juga sama seperti si pilot yang melukiskan benda itu berbentuk ‘Tic Tac’.
Drone-drone itu sepenuhnya masih misterius. Kemampuannya dilaporkan jauh melebihi drone-drone komersial lainnya, termasuk soal durasi terbang drone tersebut.
Lokasi penampakan yang 100 mil dari garis pantai California juga berarti melampaui jarak terbang drone-drone yang ada saat ini.
Kalaupun dioperasikan dari laut, tetap terlalu jauh terukur dari kapal dengan posisi sejauh jarak pandang.
Pada satu kasus di antaranya, satu drone bersisian dengan kapal yang sedang melaju pada kecepatan 16 knot sehingga operator drone diyakini bisa dengan jelas mengamati kapal.
Pertanyaan besarnya: siapa yang mengoperasikan para drone-drone tersebut, dan kenapa mereka beterbangan menampakkan diri di sekitar kapal-kapal perang destroyer milik Amerika?
Kejadian drone yang diduga UFO di sekitar kapal perang Angkatan Laut itu bukanlah satu-satunya yang pernah bikin heboh di Amerika.
Pada September bulan lalu, ada yang melaporkan pernah melihat 5-6 drone di sekitaran pembangkit listrik tenaga nuklir Palo Verde di tengah gurun Arizona. Pada bulan Januari 2020, laporan drone misterius tersebut datang bergelombang dari Colorado, Nebraska, dan Wyoming.
LAINNYA:
- Stasiun KRL Terintegrasi Dengan LRT Jabodebek, Jumlah Penumpang Ikut Melonjak
- Tol Ruas Pondok Aren – Serpong Kilometer 10 Resmi Beroperasi
- Mulai Tanggal 1 Oktober, Tarif Promo LRT Jabodebek Jarak Maksimal Rp 20.000
- Gara-Gara Tidak Pakai Ciput Belasan Rambut Siswi SMP di Lamongan Dicukur Pitak Guru
- Mengintip JPM Dukuh Atas yang Menghubungkan LRT Jabodebek dan KRL ada Tempat Kuliner nya Juga