Joe Biden Ancam Sanksi Atas Kudeta di Myanmar

Must Read

Jakartaview.id, Jakarta – Presiden Amerika, Joe Biden pada senin (1/2) mengancam akan memberlakukan kembali saksi terhadap Myanmar menyusul adanya kudeta di negara itu yang dilakukan oleh para pemimpin militer disana.

Joe juga menyerukan tanggapan internasional bersama untuk menekan mereka melepaskan kekuasaan.

Biden mengutuk keras militer yang mengambil alih kekuasaan pemerintahan yang dipimpin oleh sipil dan mengutuk penahanan pemimpin terpilih dan peraih Nobel Aung San Suu Kyi sebagai “serangan langsung kepada peralihan negara menuju kepada negara yang domokrasi dan kekuasaan berdasarkan hukum,” ungkap Joe Biden.

Krisis yang terjadi di Myanmar merupakan ujian yang besar pertama atas janji Joe Biden untuk lebih banyak berkolaborasi dengan sekutu dalam mengatasi tantangan internasional, terutama pada pengaruh China yang meningkat di laut China Selatan.

Baca Juga : Pemimpi Myanmar Aung San Suu Kyi, di Kudeta Militer

“Komunitas internasional harus bersatu dalam satu suara untuk menekan militer Burma agar segera melepaskan kekuasaan yang mereka rebut, dan membebaskan para aktivis dan pejabat yang mereka tangkap,” ungkap Joe Biden dalam pernyataannya di Gedung Putih.

Biden juga meminta agar militer di Myanmar, untuk mencabut semua pembatasan telekomunikasi dan menahan diri dari kekerasan terhadap warga sipil.

Biden mengancam bahwa Amerika Serikat memperhatikan semua gerak-gerik mereka.

Sebelumnya, partai Liga Nasional untuk demokrasi Aung San Suu Kyimenang telak 83 persen dalam pemilihan 8 November. Dan militer melakukan Kudeta serta menahan Pemimpin Myanmar itu dan mengambil alih kekuasaan pada Senin dini hari.

- Advertisement -

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisement -

Latest News

MRT Jakarta Dorong Kenaikan Jumlah Penumpang Setelah Pandemi

JAKARTAVIEW.ID, - PT MRT Jakarta (Perseroda) menggencarkan sejumlah strategi untuk mendorong kenaikan jumlah penumpang yang turun banyak selama pandemi...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -