Internet Super Cepat Starlink Elon Musk Dipesan 500.000 Orang

Must Read

JAKARAVIEW.ID, AMERIKA – Pada bulan Februari lalu, SpaceX membuka pre-order (pemesanan awal) untuk layanan internet yang berbasis satelit, Starlink. Sekitar dua bulan setelahnya, CEO Space X, Elon Musk mengklaim bahwa internet Starlink sudah dipesan oleh 500.000 orang.

Elon Musk juga mengatakan bahwa SpaceX akan mengantisipasi agar tidak ada masalah teknis dalam memenuhi permintaan tersebut.

“Satu-satunya batasan adalah kepadatan pengguna yang tinggi di daerah perkotaan,” tulis Elon Musk.

BACA JUGA:

“Namun bisa dipastikan 500.000 pemesan awal dapat layanan. Susahnya nanti kalau kami mulai dapat jutaan pengguna,” kata Musk menanggapi twit dari seorang reporter, yang menanyakan mengapa SpaceX tidak memberikan layanan jaminan.

Sebagai informasi, pemesan Starlink diwajibkan membayar deposit sebesar 99 dollar AS atau sekitar Rp 1,4 juta (kurs Rp 14.400). Deposit itu bisa dikembalikan sepenuhnya.

Selain deposit, pemesan juga harus membeli peralatan pendukung (Starlink Kit), yang terdiri dari antena parabola, router WiFi, dan pemasok daya, yang total biayanya mencapai 499 dollar AS (sekitar Rp 7,1 juta).

Seperti dilansir dari laman berita Reuters, SpaceX belum mengatur jadwal peluncuran resmi layanan Starlink, karena peluncuran satelit sempat meleset dari rencana awal. Semula, layanan internet Starlink ditargetkan meluncur pada 2020.

SpaceX berencana menyebar 12.000 satelit. Konstelasi Starlink dieprkirakan mengahbiskan dana sebesar 10 miliar dollar AS atau sekitar Rp 143 triliun. SpaceX telah melakukan uji coba jaringan internet Starlink di tahun 2020 lalu untuk sejumlah wilayah di Amerika Serikat.

Selama uji coba, pengguna disebut bisa menggunakan internet dengan kecepatan mulai dari 50-150 Mbps dan latensi mulai dari 20-40 ms.

Tidak hanya Elon Musk yang berambisi untuk meluncurkan internet satelit. Pendiri Amazon, Jeff Bezos juga memiliki rencana yang sama dengan proyek Kuiper. Konstelasi Kuiper rencananya akan memasang 3.000 satelit internet di low-earth-orbit (LEO).

Komisi Perdagangan AS (FCC) bulan lalu telah menyetujui rencana SpaceX untuk menempatkan satelit Starlink di LEO, dengan sejumlah persyaratan agar rencana berjalan dengan aman.

SpaceX setuju untuk menerima bahwa ada kemungkinan satelit mereka mengalami gangguan dari satelit yang digunakan di bawah proyek satelit Kuiper milik Amazon.

LAINNYA:

- Advertisement -

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisement -

Latest News

Stasiun KRL Terintegrasi Dengan LRT Jabodebek, Jumlah Penumpang Ikut Melonjak

JAKARTAVIEW.ID, - PT Kereta Commuter Indonesia atau KAI Commuter mencatat kenaikan jumlah penumpang pada 2 stasiun yang terintegrasi dengan...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -