Informasi Pesawat Mata-mata Globaleye Disebar Hacker

Must Read

JAKARTAVIEW.ID, JAKARTA –  Kelompok peretas dengan ransomware dilaporkan telah mengunggah arsip atau file berisi detail rencana dari sebuah pesawat udara kontrol dan peringatan dini milik Swedia/Kanada di dark web.

Dilansir dari Tempo, Informasi tentang pesawat mata-mata yang dikenal sebagai pesawat Globaleye itu tersebar setelah hacker menjebol sistem keamanan siber pabrikan dari jet Kanada, Bombardier.

Baca Juga:

Hacker dilaporkan telah mengeksploitasi software web server Accellion FTA yang biasa digunakan oleh perusahaan-perusahaan untuk menyimpan dan membagi arsip berkapasitas besar yang tidak dapat dikirm melalui email ke staf maupun para pelanggan.

Hackers kemudian mengunggahnya–belakangan diketahui info soal Globaleye ke situs dark web CLOP^_-LEAKS, situs yang biasa digunakan ketika perusahaan gagal dimintai uang tebusan,” seperti dilansir dari media di Inggris, Independent, 25 Februari 2021.

Globaleye mengkombinasikan pesawat jet bisnis berdaya jangkau terbang jauh Bombardier 6000 dengan sensor radar udara Erieye milik Saab, perusahaan pertahanan dari negara Swedia.

Sensor ditempatkan pada bagian atas badan pesawat dalam posisi yang digambarkan oleh Saab sebagai sebuah, ‘kotak-ski’. Globaleye menjadi mirip dengan E-3 Sentry milik militer Angkatan Udara Amerika Serikat dan E-2D Advanced Hawkeye milik AL AS.

Globaleye didesain untuk menjadi mata dan telinga militer Angkatan Udara. Kemampuannya adalah mendeteksi pesawat, rudal dan drone musuh dari jarak jauh, lalu mengutus jet tempur untuk menangkalnya.

Kecanggihan darri Erieye mampu ‘melihat’ lebih jauh dari jangkauan radar jet tempur, juga memungkinkan untuk menuntun jet-jet tempur terbang tanpa radar yang membuat mereka lebih sulit untuk dideteksi radar musuhnya.

Dilansir dari Independent melukiskan bahwa arsip yang dicuri peretas berisi rencana detail termasuk di dalamnya adalah Globaleye. Sedang ZDNet menulis, material yang diretas termasuk dokumen desain untuk beragam pesawat dan bagian pesawat Bombardier.

Perusahaan itu sendiri dalam pernyataannya mengatakan peretasan mencakup, “Informasi pribadi dan rahasia lainnya terkait pegawai, pelanggan, dan penyuplai.”

Globaleye, sebuah sistem yang relatif baru, sejauh ini menggaet satu pelanggan di pasar senjata global: Uni Emirat Arab, yang telah membeli lima pesawat mata-mata itu.

Lainnya:

- Advertisement -

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisement -

Latest News

Dishub DKI Buka Peluang Operator Baru Layanan Sepeda Sewa

JAKARTAVIEW.ID, - Dinas Perhubungan DKI Jakarta tengah mengevaluasi penyelenggaraan sepeda sewa atau bike sharing yang diuji coba sejak 2020....
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -