Dianggap Melawan Hukum,Bukalapak digugat Rp 90,32 miliar, ini penyebabnya

Must Read

JAKARTAVIEW.ID, JAKARTA – Perusahaan e-commerce PT Bukalapak.com, digugat ke Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan oleh PT Harmas Jalesveva dengan tuntuan ganti rugi dengan nilai sebesar Rp 90,32 miliar. 

Dalam gugatannya tersebut, Harmas telah menuding bahwa Bukalapak melakukan perbuatan yang telah melawan hukum. Gugatan atas perkara ini juga sudah dilayangkan ke PT Leads Property Services Indonesia. 

Berdasarkan Sistem Informasi Penelusuran Perkara (SIPP) PN Jakarta Selatan, gugatan perdata tersebut telah terdaftar di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan pada tanggal 24 Maret 2021 dengan nomor perkara 294/Pdt.G/2021/PN JKT.SEL. 

BACA JUGA:

Menanggapi perihal dari gugatan tersebut , dilansir dari Kontan.id,  VP of Legal, Public Policy, & Regulatory Affairs Bukalapak Perdana Arning Saputro menyatakan bahwa, pihaknya tak pernah menggunakan jasa Harmas. Sebaliknya, Harmas yang memiliki kewajiban kepada Bukalapak. 

“Bukalapak tidak menggunakan jasa PT Harmas Jalesveva. Namun demikian, PT Harmas Jalesveva yang masih memiliki kewajiban yang perlu dipenuhi terhadap Bukalapak,” ujar Perdana dalam keterangannya, Jumat (26/3). 

Ia pun memastikan bahwa, Bukalapak akan berupaya untuk mendapatkan hak-haknya serta menanggapi gugatan tersebut sesuai dengan prosedur hukum yang berlaku. 

“Untuk itu, kami tegaskan bahwa kami akan melakukan upaya untuk memperoleh hak-hak kami dan menjalankan prosedur hukum sesuai dengan koridor hukum yang berlaku di Indonesia,” jelas dia. 

Adapun dalam petitum, selain meminta majelis hakim menghukum Bukalapak membayar kerugian materiil senilai Rp 90,32 miliar, Harmas ingin pengadilan juga menyita saham Bukalapak sebesar 75% dari total nilai saham secara akumulatif sebagai jaminan atas putusan perkara ini. 

Pada Leads Property, penggugat meminta untuk majelis hakim menghukum perusahaan itu dengan mengembalikan biaya konsultasi fee jasa marketing senilai Rp 3,12 miliar. Selain itu, menyita 40% saham Leads Property sebagai jaminan atas putusan perkara. 

Harmas meminta agar pengadilan dapat menghukum Bukalapak dan Leads Property secara tanggung renteng membayar kerugian immateril dan kerugian lainnya senilai Rp 77,50 miliar. 

Dalam tuntutannya perusahaan juga meminta agar majelis hakim dapat menyatakan secara sah dan mengikat bahwa Bukalapak tidak mampu melunasi utang atas hak-hak Harmas senilai Rp 165,82 miliar, apabila Bukalapak lalai dan tidak melaksanakan putusan dalam perkara ini. 

Tak cukup itu saja, Harmas juga meminta untuk pengadilan agar dapat menghukum Bukalapak supaya membayar uang paksa sebesar Rp 100 juta per hari, terhitung sejak putusan diucapkan hingga Bukalapak menyerahkan barang jaminan berupa sahamnya dan menyelesaikan semua kewajiban yang dituntut serta diputus dalam perkara ini.

LAINNYA:

- Advertisement -

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisement -

Latest News

MRT Jakarta Dorong Kenaikan Jumlah Penumpang Setelah Pandemi

JAKARTAVIEW.ID, - PT MRT Jakarta (Perseroda) menggencarkan sejumlah strategi untuk mendorong kenaikan jumlah penumpang yang turun banyak selama pandemi...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -