Anggaran Belanja Militer AS Rp 10 Ribu Triliun Pada era Joe Biden, Partisan Protes

Must Read

JAKARTAVIEW.ID, JAKARTA – Presiden Amerika Serikat Joe Biden meminta kepada Kongres AS agar dapat menaikkan anggaran belanja untuk perubahan iklim, kanker dan sekolah-sekolah yang berkinerja buruk, tetapi daftar keinginan anggaran pertamanya pada hari Jumat menarik perhatian bipartisan atas anggaran belanja militer.

Anggaran US$ 1,5 triliun (sekitar Rp 21 ribu triliun lebih), yang mencatat peningkatan 8% dalam pendanaan dasar dari tahun ini, sangat kontras dengan pendahulu Biden, Donald Trump.

Rencana pengeluaran Joe Biden akan mengalihkan miliaran dolar lebih banyak ke berbagai sektor mulai dari angkutan umum, sekolah yang buruk, pembersihan situs beracun, bantuan asing dan pemeriksaan latar belakang pada penjualan senjata, tetapi tidak menganggarkan tembok perbatasan, dilansir dari laman berita Reuters, 10 April 2021.

BACA JUGA:

“Anggaran membuat segalanya lebih adil,” kata Menteri Keuangan Janet Yellen.

Namun proposal tersebut dikritik oleh para bipartisan karena kecilnya anggaran untuk Departemen Pertahanan, yakni US$ 715 miliar atau sekitar Rp 10.445 triliun.

Pemerintah juga memotong anggaran “Operasi Kontinjensi Luar Negeri” yang bahkan menurut birokrat pemerintah telah digunakan sebagai dana gelap untuk belanja tambahan militer.

Dikutip dari Politico bahwa rencana anggaran pertahanan Joe Biden lebih tinggi daripada garis besar anggaran fiskal 2022 yang direncanakan naik dari lebih dari US$ 704 miliar (Rp 10.285 triliun) untuk tahun fiskal ini.

Tapi itu tidak mungkin bisa memuaskan faksi-faksi pertahanan Republik yang ingin melanjutkan peningkatan besar dalam anggaran militer, dan Demokrat progresif yang ingin memberlakukan pemotongan tajam pada anggaran pertahanan negara tersebut.

Dua pihak yang tidak puas datang dari kaum liberal yang berharap untuk memberlakukan pemotongan anggaran, dan kubu garis keras yang ingin pengeluaran militer meningkat untuk menghadapi ancaman dari Cina, Rusia, Iran dan Korea Utara.

Lima Senat Republik teratas termasuk Pemimpin Minoritas Mitch McConnell mengeluarkan pernyataan bersama yang memperingatkan bahwa rencana Biden mengirim “pesan buruk” kepada sekutu dan musuh AS, dan mempertanyakan niat pemerintahannya untuk menghadapi Cina.

“Kami tidak boleh gagal dalam tanggung jawab konstitusional kami untuk menyediakan pertahanan bersama,” tulis pernyataan bersama itu, termasuk anggota atas Partai Republik di komite Senat utama yang terlibat dalam proses pembuatan anggaran.

AS mengalokasikan hampir setengah dari anggaran pertahanan, dan telah lama menghabiskan pengeluaran militer lebih banyak dari pada negara-negara lainnya.

Anggota DPR AS Ro Khanna dari California, suara dari Partai Demokrat liberal atas tentang masalah keamanan, mengatakan permintaan pengeluaran militer kabinet Joe Biden “mengecewakan” dan membiarkan kemungkinan “pengeluaran yang boros” untuk rudal tetap terbuka.

Senator Bernie Sanders dari Vermont, ketua Komite Anggaran dan seorang liberal top yang sering berkolaborasi dengan Biden, mengatakan bahwa dia secara luas mendukung anggaran tetapi memperingatkan pemborosan.

Komite Anggaran Senat AS gagal dalam audit komprehensifnya pada tahun fiskal 2020, tahun ketiga berturut-turut, yang mencerminkan masalah sistem dan akuntansi yang luas.

Hampir tiga bulan menjabat dalam perang melawan pandemi Covid-19, dokumen proposal Biden menawarkan pandangan sekilas yang telah lama ditunggu-tunggu ke dalam agenda presiden baru.

Biden akan meningkatkan pengeluaran belanja sebesar US$ 14 miliar di seluruh lembaga untuk menangani efek emisi gas rumah kaca, yang telah dihapus oleh pemerintahan Trump sebelumnya.

LAINNYA:

- Advertisement -

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisement -

Latest News

Dishub DKI Buka Peluang Operator Baru Layanan Sepeda Sewa

JAKARTAVIEW.ID, - Dinas Perhubungan DKI Jakarta tengah mengevaluasi penyelenggaraan sepeda sewa atau bike sharing yang diuji coba sejak 2020....
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -